Prabowo Singgung Perjalanan Hidup Jumhur: Dari Aktivis yang Pernah Berurusan dengan Hukum, Kini Dipercaya Jadi Menteri

 
Photo: presiden indonesia prabowo sunianto

 
Suasana haru sekaligus penuh keakraban terasa saat Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam acara peresmian Museum Ibu Marsinah yang berlokasi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). Di hadapan para pejabat tinggi negara dan jajaran kabinet yang hadir, Presiden melempar candaan hangat yang sekaligus mengandung pesan mendalam mengenai perjalanan hidup seseorang.
 
Dalam ucapannya, Prabowo secara khusus menyoroti sosok Mohammad Jumhur Hidayat, yang kini menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Presiden mengingat kembali rekam jejak Jumhur yang dikenal luas sebagai seorang aktivis yang vokal dan tegas. Dulu, nama Jumhur kerap muncul dalam pemberitaan karena perjuangannya menyuarakan aspirasi masyarakat, hingga pada akhirnya ia harus berhadapan dengan ranah hukum. Terkait kasus pada tahun 2021 silam, Jumhur yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pernah divonis menjalani hukuman penjara selama 10 bulan. Hal itu berkaitan dengan aksi kritik dan penolakan keras yang ia lakukan terhadap pengesahan RUU Cipta Kerja pada masa pemerintahan sebelumnya.
 
Namun, siapa sangka roda kehidupan berputar begitu cepat. Sosok yang dulunya kerap bersuara lantang mengkritik kebijakan pemerintah, kini justru duduk di kursi pemerintahan sebagai bagian dari kabinet yang memegang amanah negara. Prabowo menegaskan momen ini sebagai bukti nyata bahwa takdir dan perjalanan hidup manusia bisa berubah arah kapan saja, dari yang tadinya berada di luar lingkaran kekuasaan, kini dipercaya memegang tanggung jawab besar mengelola negara.
 
Kehadiran Jumhur dalam jajaran kabinet Prabowo-Gibran sendiri dipandang banyak pihak sebagai langkah strategis yang bernilai tinggi dalam rekonsiliasi politik. Dengan melibatkan tokoh yang dulunya kerap bersebrangan pendapat, pemerintahan ini ingin menunjukkan inklusivitas dan keterbukaan terhadap berbagai elemen masyarakat.
 
Momen candaan dan pengingat sejarah itu pun sukses mencairkan suasana acara peresmian museum tersebut. Di balik candaannya, Presiden ingin menyampaikan pesan bahwa perjalanan hidup tidaklah lurus dan statis. Perubahan posisi Jumhur dari seorang aktivis yang berjuang di jalanan hingga dipercaya mengurusi sektor lingkungan hidup di tingkat kabinet, menjadi contoh nyata bagaimana pengalaman masa lalu justru menjadi bekal berharga untuk berkontribusi membangun bangsa di masa kini.

Komentar